Jumat, 11 Januari 2013

Terima kasih Allah

Alhamdulillah, di pagi hari Selasa 8 Januari 2013 Allah menambah nikmat dan karuniaNYA padaku. Bagaimana tidak? Setelah 1 tahun menunggu, alhamdulillah kini aku haid lagi.  

Bagiku, kejadian ini adalah hal yang sangat luar biasa. Tanpa kuasaNYA, ini tak akan pernah terjadi.

Beberapa tahun terakhir ini haidku emang ga teratur. Ga seperti siklus haid biasanya yang datang tiap sebulan sekali. Dulu pertama kali haid hingga kuliah sekitar semester 3-4 haidku masih teratur-teratur aja, tiap 1 bulan sekali. Barulah sekitar semester 4 haidku mulai ga teratur, kadang 2 bulan sekali, kadang 3 bulan sekali. Siklus yang ga teratur seperti ini berlangsung beberapa tahun, bahkan di tahun 2011 aku ga haid selama 8 bulan. Saat itu (sekitar akhir Desember 2011) aku memilih untuk pergi ke dokter kandungan dan berobat. Alhamdulillah, Allah mengijinkan aku haid. Hanya saja waktu itu haidku berlangsung selama 1 bulan penuh yaitu selama bulan Januari 2012. Tapi puji syukur padaNYA yang masih mengijinkan aku untuk haid saat itu.

Bulan depannya yaitu Februari 2012 aku berharap akan haid lagi, tapi Februari lewat gitu aja tanpa datang haid. Maret pun begitu. Hingga April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember, bahkan memasuki bulan Januari tahun berikutnya yaitu 2013 aku masih juga belum haid. Beberapa temen yang tahu hal ini nyaranin aku untuk berobat lagi ke dokter karena pengobatan waktu itu ga kulanjutin. Emang sih, waktu itu dokter pesen kalau seandainya bulan berikutnya aku haid diminta untuk balik lagi, begitupun sebaliknya kalau ternyata bulan berikutnya aku ga haid juga mesti balik lagi. Tapi aku ga pernah balik lagi ke dokter untuk berobat, bahkan  ketika temen-temenku nyaranin aku untuk ke dokter lagi. Entah kenapa aku sama sekali tak tergerak untuk ke dokter, kayak dikasih tahu kuping kanan lewat kuping kiri, hehehe. 

Tapi sebenernya jauh di lubuk hatiku yang paling dalem, aku sangat yakin kalau Allah menghendakiku untuk haid lagi maka ga ada yang ga mungkin.
Saat itu aku berpikir, kalau menurut orang-orang dengan pergi ke dokter dan mengkonsumsi obat yang diberikan akan membuatku bisa haid lagi, apalagi dengan pergi ke Allah yang menciptakan sang dokter?? Bukankah suatu kesembuhan setelah berobat ke dokter adalah juga atas ijin Allah? Saat itu aku bisa haid lagi juga atas ijin Allah, melalui sang dokter. Dan aku yakin, ada atau tidak adanya dokter, ada atau tidak adanya obat, kalau Allah menghendakiku untuk haid lagi maka aku akan haid lagi atas ijin dan ridhoNYA. Keyakinan itu lah yang membuatku bertahan dan terus melangkah. Aku memilih untuk menumpukan segala harapanku padaNYA. Kubawa harapanku untuk bisa haid lagi ke dalam doa. Lalu apa yang terjadi?? Hari-hariku berlalu tanpa haid. Hampir saja aku putus asa karena masih juga belum haid. Tapi aku kembali ingat akan kuasa Allah. Tidak ada yang tidak mungkin bagiNYA. Jangankan haid, burung-burung pun bisa Allah terbangkan tanpa ada yang menyangganya, laut yang terhampar luas, langit biru yang indah, sungai-sungai yang mengalir, dan seluruh alam semesta ini beserta isinya. Lalu apa yang membuatku harus ragu padaNYA???

“Aku bisa haid untuk pertama kalinya adalah atas ijinMU Ya Rabb, aku bisa haid secara teratur juga atas ijinMU. Ketika haidku tidak teratur itu juga adalah atas ijinMU, maka atas ijinMU juga lah aku akan bisa haid lagi. Atas ijinMU juga lah haidku akan teratur lagi. Ijinkanlah aku bisa haid lagi Ya Allah. Lancarkanlah haidku, ijinkanlah aku bisa haid lagi secara teratur setiap bulannya. Kalau memang Engkau menghendaki aku pergi ke dokter, berilah aku petunjuk dokter mana yang harus aku datangi. Tak ada satu dokter atau obat manapun yang akan membuatku haid lagi kecuali adalah atas ijinMU. Cukup bagiku Engkau Ya Allah, cukup bagiku Engkau. Tiada Tuhan selain Engkau. Hanya kepadaMU aku bertawakkal dan Engkaulah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang Agung”.

Kalau sebelumnya aku kurang intens berdoa dan memohon padaNYA untuk bisa haid lagi, maka saat itu aku putuskan untuk lebih sering membawa doaku setiap usai sholat, baik itu sholat wajib maupun sunnah.

“Kalau sebelumnya dalam sehari mungkin aku berdoa meminta bisa haid lagi hanya setelah sholat Dzuhur saja, atau setelah Maghrib saja, setelah Subuh saja, setelah Isya’ saja, setelah Dhuha saja, setelah Tahajjud saja, atau sehari dalam 2 atau 3 waktu saja setelah sholat, maka mulai sekarang aku harus selalu membawa doa itu ke dalam 7 waktu sholatku. Aku ga boleh meninggalkan doa itu. Aku harus selalu membawanya, kalau perlu aku bikin saja checklist untuk melihat apakah aku membawa doa itu atau tidak dalam 7 waktu sholatku setiap harinya”. Begitulah tekadku di awal tahun 2013. 

Aku merasa bahwa ini udah sangat urgent, 1 tahun aku ga haid. Maka aku pun melakukannya. Mulai untuk selalu membawa doa agar diijinkan haid lagi kedalam doa-doaku setiap setelah sholat wajib maupun sunnah. Berdoa 7x sehari, dengan isi doa yang sama. Maka apa yang terjadi??? Subhanallah, belum ada 1 minggu aku rutin membawa doa itu ke dalam 7 waktu sholatku, Allah sudah mengijinkan aku untuk bisa haid lagi. Belum ada 1 minggu. Bahkan aku belum sempat membuat checklist, hanya berdasarkan ingatan saja dan kemauan yang kuat agar selalu ingat untuk membawa doa itu. Kalau tidak salah hanya 4 sampai 5 hari setelah aku rutin membawa doa itu setelah sholat wajib 5 waktu ditambah setelah sholat Dhuha dan setelah Tahajjud. Subhanallah, Maha Suci Engkau. Alhamdulillah, puji syukur kupanjatkan padaMU Ya Rabb. Aku ga bisa mengungkapkan kebahagiaanku di pagi itu, tangis bahagia dan sujud syukurku pun turut mengiringi kebahagiaanku.

Akulah yang malas meminta padaMU Ya Rabb, aku lah yang tidak merutinkan permohonanku. Akulah yang merasa bosan untuk terus membawa doa itu setiap seusai sholat wajib maupun sunnah. Akulah yang meninggalkan permohonan itu, bukan Engkau. Ampunilah aku. Dan berikanlah selalu aku petunjukMU.

Akulah yang tak sabar dalam setiap doaku Ya Rabb, aku lah yang selalu datang dan pergi dariMU sesuka hatiku. Sedangkan Engkau selalu setia menemaniku dalam setiap keadaanku. Ampunilah aku. Dan berikanlah selalu aku petunjukMU.

Terima kasih Ya Allah atas segala karuniaMU yang tak terhingga padaku dan keluargaku hingga detik ini. Terima kasih atas segala rahmat dan kasih sayang yang selalu Engkau curahkan pada kami. Tidak pernah ada yang sia-sia dalam setiap peristiwa yang Engkau berikan dalam keluarga kami, segala permasalahan, segala kesulitan maupun kemudahan, segala tangis maupun tawa, semuanya membawa hikmahnya masing-masing, yang sesungguhnya adalah anugerah dariMU.
Semoga Engkau berkenan mengijinkan haid ini untuk bisa istiqomah datang setiap 1 bulan sekali, dengan jumlah hari dan volume haid yang normal, amiin.
Semoga Engkau juga mengistiqomahkanku dalam berdoa dan beribadah kepadaMU, mengistiqomahkanku dalam keimanan ini. Karena Engkau lah Sang Maha Pembolak Balik hati manusia, tak ada yang pernah tahu esok kami akan seperti apa, bahkan 1 menit kemudian pun tak akan pernah ada yang tahu. Kumohon, tetapkanlah imanku kepadaMU, berilah aku petunjukMU, dan bimbinglah aku selalu di jalanMU, amiin.