“Aku tak bisa menulis“ kataku dalam hati. Semakin kuat aku bilang tak bisa menulis,
makin tak bisa juga aku menulis. Semuanya blank,
ga tau apa yang mau ditulis. Padahal sebelumnya banyak banget isi kepalaku
tentang apa yang mau kutulis, tapi begitu kubuka laptop dan bersiap nulis,
smuanya mampet, terlebih saat aku bilang aku ga bisa nulis. Akhirnya setelah
aku ga tau apa yang harus kutulis aku nekat ngetik apapun, bahkan kata-kata “tak
bisa menulis” diawal tulisan ini pun tetap aku ketik. Ya, aku tuangin aja, asal
ketik, asal bunyi, cuman itu yang aku pikirin saat itu, “mulai menulis”.
Ketika aku mulai mengetik, tiba-tiba saja aku berpikir, apa seperti
ini juga kehidupan ya? Ketika kita hanya berpikir dan berpikir tanpa segera
melakukan sesuatu maka yang terjadi adalah kita tak jadi melakukan apa-apa,
karna kita hanya hidup di alam ide, smuanya hanya ada di kepala lalu hilang
begitu saja. Sama seperti saat aku ingin menulis, banyak banget di otakku
tentang apa yang mau ku tulis, tentang persamaan gender, tentang kebebasan
seorang manusia, tentang stereotip masyarakat akan banyak hal, tentang pedagang
asongan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa udah aku konsep akan
kayak gimana, tapi smua ilang gitu aja karna aku ga segera melakukan tindakan
nyata. Giliran pas udah mau diketik tiba-tiba aku berpikir “tuh kan lupa, ga
segera ditulis sih, atau dipaksa sih jadinya ga bisa deh, harusnya nulis itu
ngalir aja, ga usah dipikirin kalo mau nulis, ngalir aja saat ada ide untuk
nulis. Alhasil aku ga jadi nulis. Berbeda dengan saat kuputuskan untuk menulis,
meskipun aku ga ada ide sama sekali mau nulis apa, tapi satu hal dikepalaku
“yang penting mulai dulu, apapun hasil tulisannya ya sudahlah, yang penting
tulis aja dulu. Ya... sepintas memang seperti ga ada tujuan, tapi kalo diliat
lebih teliti kata-kata diatas juga punya tujuan yaitu “memulai menulis”. Saat
aku memutuskan untuk memulai sesuatu meskipun sesuatu itu belum jelas arahnya,
belum jelas konsep/perencanaannya, dan belum jelas lain-lainnya tapi ada satu
hal yang ‘pasti’ saat kuputuskan untuk memulai sesuatu, yaitu “aku punya hasil”
yaaa....hasil dari sesuatu yang aku mulai itu. Terlepas hasil itu baik atau
engga, memuaskan atau engga, ke depan aku masih bisa memperbaikinya. Seperti
tulisan ini, entah tulisan ini bagus atau engga, ada pesennya atau engga, menarik
untuk dibaca atau engga, dan lain sebagainya, tapi yang pasti tulisan ini ga bakal
ada kalo tadi aku putuskan untuk tidak memulai mengetik. Berani taruhan
berapa??? Hihihihi :D
Dan.....tretetet teteeeettt... (niup terompet dulu)
Satu hal yang ingin kukatakan adalah saat aku ingin melakukan sesuatu
ataupun aku punya sebuah impian maka aku harus memulainya, dengan melakukan
sesuatu yang konkret, bukan hanya sebatas pemikiran, ide, pendapat (apa bedanya
ide sama pendapat ya? :D) ataupun keinginan, tapi sesuatu yang benar-benar
nyata.
Sebenernya kata-kata
ini lebih tepat kalo dibilang untuk memotivasi diriku sendiri sih,
heheheheheehhe....tapi kalo diluar sana ada orang yang ikut termotivasi juga ya
syukur alhamdulillah :D
Memulai sesuatu dengan perencanaan dan persiapan yang matang sebelumnya
mungkin saja bisa menghasilkan
sesuatu yang baik dan sempurna (padahal kata orang ga ada yang sempurna,
*hahhh...kata orang? :D), tapi saat kita buntu dan ga tau harus melakukan apa
maka memulai hal tersebut dengan tindakan nyata sudah pasti akan menghasilkan
sesuatu yang berbeda, sungguh di luar dugaan, sensasinya luaaarrrr biasa. Ga
percaya?? (Bagus kalo kamu ga percaya, emang kita ga harus selalu percaya apa
kata orang sebelum kita buktiin sendiri :D)
“Bukan konsep, perencanaan, dan
persiapan yang matang yang menentukan, tapi memulainya dengan tindakan yang
nyata”.
Konsep dan persiapan yang matang tak akan berarti apa-apa ketika kita
tak pernah memulai dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.
Aku ga akan pernah tau teori ini bener ato ga ketika aku hanya membaca
dan membaca tanpa pernah melakukan
sesuatu. Bahkan teori yang sangat hebat sehebat apapun itu, paling ampuh,
paling top, paling jitu, paling luar biasa, paling tokcer, paling super ato apa
lah itu namanya, ga akan pernah bisa menghasilkan sesuatu ketika aku hanya diam, lesu, dan sibuk berpikir “bener ga ya aku
bisa?” tanpa melakukan sesuatu yang nyata. Sepakat ga? (harus sepakat, kalo
ga dosa loh, wkwkwkkwkwkwk.....becanda *simbol dancing* :D).
Tak ada keharusan apapun atas perkataan orang lain, semua adalah referensi yang perlu disaring dan diolah, dan keputusan akhir selalu ada di tangan kita sendiri.
Tak ada keharusan apapun atas perkataan orang lain, semua adalah referensi yang perlu disaring dan diolah, dan keputusan akhir selalu ada di tangan kita sendiri.
mantapppp.... Keren tulisannya... teruskannnnn!!!
BalasHapusterima kasih :)
BalasHapus