Rabu, 04 April 2012

Tindakan Nyata


“Aku tak bisa menulis“ kataku dalam hati.  Semakin kuat aku bilang tak bisa menulis, makin tak bisa juga aku menulis. Semuanya blank, ga tau apa yang mau ditulis. Padahal sebelumnya banyak banget isi kepalaku tentang apa yang mau kutulis, tapi begitu kubuka laptop dan bersiap nulis, smuanya mampet, terlebih saat aku bilang aku ga bisa nulis. Akhirnya setelah aku ga tau apa yang harus kutulis aku nekat ngetik apapun, bahkan kata-kata “tak bisa menulis” diawal tulisan ini pun tetap aku ketik. Ya, aku tuangin aja, asal ketik, asal bunyi, cuman itu yang aku pikirin saat itu, “mulai menulis”.
Ketika aku mulai mengetik, tiba-tiba saja aku berpikir, apa seperti ini juga kehidupan ya? Ketika kita hanya berpikir dan berpikir tanpa segera melakukan sesuatu maka yang terjadi adalah kita tak jadi melakukan apa-apa, karna kita hanya hidup di alam ide, smuanya hanya ada di kepala lalu hilang begitu saja. Sama seperti saat aku ingin menulis, banyak banget di otakku tentang apa yang mau ku tulis, tentang persamaan gender, tentang kebebasan seorang manusia, tentang stereotip masyarakat akan banyak hal, tentang pedagang asongan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa udah aku konsep akan kayak gimana, tapi smua ilang gitu aja karna aku ga segera melakukan tindakan nyata. Giliran pas udah mau diketik tiba-tiba aku berpikir “tuh kan lupa, ga segera ditulis sih, atau dipaksa sih jadinya ga bisa deh, harusnya nulis itu ngalir aja, ga usah dipikirin kalo mau nulis, ngalir aja saat ada ide untuk nulis. Alhasil aku ga jadi nulis. Berbeda dengan saat kuputuskan untuk menulis, meskipun aku ga ada ide sama sekali mau nulis apa, tapi satu hal dikepalaku “yang penting mulai dulu, apapun hasil tulisannya ya sudahlah, yang penting tulis aja dulu. Ya... sepintas memang seperti ga ada tujuan, tapi kalo diliat lebih teliti kata-kata diatas juga punya tujuan yaitu “memulai menulis”. Saat aku memutuskan untuk memulai sesuatu meskipun sesuatu itu belum jelas arahnya, belum jelas konsep/perencanaannya, dan belum jelas lain-lainnya tapi ada satu hal yang ‘pasti’ saat kuputuskan untuk memulai sesuatu, yaitu “aku punya hasil” yaaa....hasil dari sesuatu yang aku mulai itu. Terlepas hasil itu baik atau engga, memuaskan atau engga, ke depan aku masih bisa memperbaikinya. Seperti tulisan ini, entah tulisan ini bagus atau engga, ada pesennya atau engga, menarik untuk dibaca atau engga, dan lain sebagainya, tapi yang pasti tulisan ini ga bakal ada kalo tadi aku putuskan untuk tidak memulai mengetik. Berani taruhan berapa??? Hihihihi :D

Dan.....tretetet teteeeettt... (niup terompet dulu)
Satu hal yang ingin kukatakan adalah saat aku ingin melakukan sesuatu ataupun aku punya sebuah impian maka aku harus memulainya, dengan melakukan sesuatu yang konkret, bukan hanya sebatas pemikiran, ide, pendapat (apa bedanya ide sama pendapat ya? :D) ataupun keinginan, tapi sesuatu yang benar-benar nyata.
Sebenernya kata-kata ini lebih tepat kalo dibilang untuk memotivasi diriku sendiri sih, heheheheheehhe....tapi kalo diluar sana ada orang yang ikut termotivasi juga ya syukur alhamdulillah  :D

Memulai sesuatu dengan perencanaan dan persiapan yang matang sebelumnya mungkin saja bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan sempurna (padahal kata orang ga ada yang sempurna, *hahhh...kata orang? :D), tapi saat kita buntu dan ga tau harus melakukan apa maka memulai hal tersebut dengan tindakan nyata sudah pasti akan menghasilkan sesuatu yang berbeda, sungguh di luar dugaan, sensasinya luaaarrrr biasa. Ga percaya?? (Bagus kalo kamu ga percaya, emang kita ga harus selalu percaya apa kata orang sebelum kita buktiin sendiri :D)
“Bukan konsep, perencanaan, dan persiapan yang matang yang menentukan, tapi memulainya dengan tindakan yang nyata”.
Konsep dan persiapan yang matang tak akan berarti apa-apa ketika kita tak pernah memulai dan mewujudkannya dalam tindakan nyata.
Aku ga akan pernah tau teori ini bener ato ga ketika aku hanya membaca dan membaca tanpa pernah melakukan sesuatu. Bahkan teori yang sangat hebat sehebat apapun itu, paling ampuh, paling top, paling jitu, paling luar biasa, paling tokcer, paling super ato apa lah itu namanya, ga akan pernah bisa menghasilkan sesuatu ketika aku hanya diam, lesu, dan sibuk berpikir “bener ga ya aku bisa?” tanpa melakukan sesuatu yang nyata. Sepakat ga? (harus sepakat, kalo ga dosa loh, wkwkwkkwkwkwk.....becanda *simbol dancing* :D).  
Tak ada keharusan apapun atas perkataan orang lain, semua adalah referensi yang perlu disaring dan diolah, dan keputusan akhir selalu ada di tangan kita sendiri.